Sarbumisi Dorong Sopir Truk Kibarkan Bendera Merah Putih, Gantikan Bendera Anime One Piece sebagai Bentuk Nasionalisme
Berita Buroko- Sarbumusi mengimbau para sopir truk dan pengemudi logistik di seluruh Indonesia untuk mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol kebanggaan nasional. Seruan ini muncul sebagai respon terhadap maraknya pengibaran bendera anime One Piece di kendaraan-kendaraan angkutan barang, yang belakangan viral di media sosial.

Baca Juga : Bahu Membahu Bersama Polres dan Warga, Damkar Bolsel Berhasil Evakuasi Mobil Terperosok ke Jurang
Ekspresi Kekecewaan atau Kurangnya Nasionalisme?
Presiden Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, menyatakan bahwa terkejut memahami bahwa aksi pengibaran bendera One Piece oleh para sopir truk mungkin merupakan bentuk ekspresi mengecewakan terhadap kondisi perekonomian dan kesejahteraan yang belum terpenuhi. Namun, ia menekankan agar semangat nasionalisme harus tetap dijaga, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami dari DPP Konfederasi Sarbumusi paham betul bahwa kawan-kawan sopir memiliki aspirasi yang belum tersalurkan. Gerakan bendera One Piece ini bisa jadi adalah bentuk protes terhadap kondisi yang alami. Namun, sebagai anak bangsa, mari kita mencerminkan kecintaan pada Tanah Air dengan mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan,” tegas Irham dalam siaran pers resmi Sarbumusi.
Jangan Sampai Dijadikan Alat Politik
Irham juga mengingatkan agar aksi para sopir tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik praktis. Ia menilai bahwa gerakan ini muncul dari niat baik untuk memperjuangkan hak-hak pekerja, bukan sebagai agenda politik.
“Saat ini, ada upaya untuk membelokkan isu ini menjadi alat politik. Kami meminta kawan-kawan sopir untuk tidak terprovokasi. Sebaliknya, mari kibarkan Bendera Merah Putih setinggi-tingginya di seluruh pelosok negeri. Ini adalah wujud cinta kita pada Indonesia,” ujarnya.
Ajakan Dialog Langsung dengan Presiden Prabowo
Di sisi lain, Sarbumi menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan aspirasi antara para sopir truk dan pemerintah. Irham mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membahas permasalahan yang dihadapi para pengemudi logistik.
“Kami berharap bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan membawa serta perwakilan sopir truk untuk berdialog secara terbuka. Sayangnya, hingga saat ini, proses ini masih terkendala. Namun, kami tidak akan menyerah untuk memperjuangkan hak-hak kawan-kawan pengemudi,” jelas Irham.
Seruan untuk Semua Pihak
“Ini bukan hanya tentang mengganti bendera, tetapi tentang mengingatkan kita semua bahwa di tengah segala tantangan, semangat kebangsaan harus tetap menyala. Mari jadikan momen HUT RI ke-80 sebagai pengingat bahwa kita adalah satu, Indonesia,”* pungkas Irham.







