Tragedi di Langowan Selatan: Nenek 66 Tahun Tewas Dibunuh Maling yang Kepergok
News Buroko- Sebuah kisah pilu menyelimuti Desa Temboan, Kecamatan Langowan Selatan, Minahasa, Sulawesi Utara. Seorang Nenek berusia 66 tahun, berinisial IR, harus meregang nyawa di tangan seorang pencuri berusia 17 tahun, berinisial IL, yang nekat membunuh setelah aksinya kepergok di Minahasa . Peristiwa tragis yang berawal dari niat pencurian ini pun berakhir dengan tindak pidana pembunuhan berencana yang mengerikan.

Baca Juga : Berlangsung Khidmat, Pemkab Bolsel Gelar Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI
Korban, IR, ditemukan tewas di sebuah jurang di belakang rumahnya dalam kondisi mengenaskan dengan luka tusuk di leher. Temuan ini langsung mengegerkan warga desa yang tenang. Keluarga yang panik pun segera melaporkan kehilangan dan kematiannya kepada pihak kepolisian, yang kemudian bergerak cepat untuk mengusut kasus ini.
Jejak Berdarah Sang Pelaku
Berdasarkan keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Minahasa, Iptu Michael Siwu, kronologi kejadian terungkap secara detail. Pelaku, IL, disebutkan telah membawa pisau sejak awal dengan niat melakukan pencurian. Ia memilih akses yang tidak biasa untuk memasuki rumah korban.
“Pelaku masuk ke dalam rumah melalui bagian belakang dengan memanjat tangga bambu yang tersandar di dinding kamar mandi. Ia kemudian masuk melalui sebuah lubang di atas kamar mandi dan melompat ke dalam,” jelas Michael Siwu saat memaparkan kasus di hadapan wartawan.
Nasib naas menimpa IR ketika ia mendatangi kamar mandi dan memergoki si pelaku yang sedang bersembunyi di belakang sebuah tong air. Situasi yang mendadak ini membuat IL panik. Alih-alih kabur, ia justru memilih untuk menyerang.
Perjuangan dan Akhir yang Tragis
Dalam upaya mempertahankan diri, nenek 66 tahun itu menunjukkan perlawanan sengit. “Korban sempat berhasil merampas pisau dari tangan pelaku menggunakan kedua tangannya. Ini menunjukkan ada perjuangan hebat dari korban,” terang Michael.
Sayangnya, kekuatan seorang remaja laki-laki jauh lebih besar. IL menjatuhkan IR ke lantai kamar mandi. Dengan dingin, ia lalu menutup dan menekan mulut korban dengan tangan kanannya untuk mencegahnya berteriak. Sementara dengan tangan kirinya, ia mengambil kembali pisau yang telah direbut korban.
“Dengan pisau itu, pelaku menikam leher bagian kiri korban secara perlahan sebanyak satu kali. Tusukan inilah yang diduga menjadi penyebab kematian,” jelas Michael lebih lanjut.
Upaya Penghilangan Jejak yang Dinilatif
Usai melakukan pembunuhan, pelaku tidak langsung kabur. Dengan pikiran yang dingin untuk seusianya, ia melakukan serangkaian upaya untuk menghilangkan jejak. Ia membersihkan pisau bekas pakai di wastafel cuci piring. Tak hanya itu, ia juga membersihkan noda-noda darah yang berceceran di lantai menggunakan sehelai kain.
Setelah dirinya cukup aman, ia baru melaksanakan niat awalnya: mencuri. IL mengambil sejumlah uang dari dalam lemari, dompet, dan handphone milik korban.
Langkah terakhirnya adalah membuang jenazah. Ia mengangkat dan menggendong tubuh IR hingga ke pintu belakang dekat tangga. Dengan tenaga yang masih tersisa, ia menyeret tubuh korban secara mundur menuruni tangga bambu dan melemparkannya ke sebuah jurang beberapa meter dari belakang rumah, berharap kejahatannya tidak terbongkar.
Pelaku Berhasil Diamankan
Berkasat Reskrim Polres Minahasa, Iptu Agus Kadek Surya Darma, mengonfirmasi bahwa pelaku telah berhasil ditangkap. “Kami telah mengamankan tersangka IL (17). Motif awalnya adalah pencurian, yang berubah menjadi pembunuhan setelah ia kepergok oleh korban. Kami mendalami setiap detail motif dan alasan pelaku,” tuturnya.
Pelaku kini ditahan di Polres Minahasa dan menghadapi pasal berlapis, mulai dari pencurian dengan kekerasan hingga pembunuhan berencana, yang mengancam hukuman berat. Tragedi ini menjadi peringatan pilu akan bahaya kejahatan yang dapat mengintai di mana saja, bahkan di pedesaan yang damai sekalipun, dan merenggut nyawa seorang ibu yang seharusnya menikmati masa tuanya dengan tenang.







